Senin, 13 September 2010

Psikologi :)



Oct 19, '09 6:06 PM
for everyone
ada 4 komponen utama tulisan yang dapat dijadikan karakter dan kepribadian seseorang. Yaitu, pembagian Zona, ukuran, kemiringan tulisan, dan kecepatan menulis.

Sebuah karakter huruf seperti d, t, k, l, dan g akan terbagi menjadi 3 Zona. Atas, bawah dan tengah. Zona Atas akan berhubungan dengan visi, misi, tujuan, dan intelektualitas. Zona Tengah menggambarkan tentang perasaan dan kondisi emosionalnya, sedangkan Zona Bawah akan lebih banyak berhubungan dengan dorongan seks, materi dan kondisi kesehatan atau fisik seseorang.

Selain itu batas margin akan menggambarkan bagaimana seseorang memandang masa lalunya. Tulisan yang menjorok ke kanan menunjukkan orang itu tak takut menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Sebaliknya, bila terlalu menjorok ke kiri, menujukkan kalau dia masih terikat atau terpengaruh dengan masa lalunya. Namun kalau dia tak punya perencanaan biasanya tulisannya menabrak margin kanan atau menumpuk disana.

Ukuran huruf menunjukkan bagaimana kita ingin dipandang orang lain. Pemakaian huruf besar (> 4 mm) menggambarkan si empunya ingin/suka menjadi pusat perhatian. Sedangkan yang cenderung suka menggunakan huruf berukuran kecil ( < 3 mm) merupakan orang yang suka bekerja di belakang layar atau mendesain sesuatu. Bagaimana dengan ukuran standar (3 mm)? Orang tersebut menyukai sesuatu yang realistis, tak mau menonjolkan diri dan mampu bersosialisasi dengan baik.

Kemiringan tulisan menunjukkan ekpresi diri. Tulisan dengan kemiringan ke kiri sangat jarang ditemui dan tidak lazim karena tidak sesuai kebiasaan yang berlaku. Biasanya orang seperti ini cenderung menabrak aturan, membangkang dan menarik diri dari lingkungan sosial. Tulisan yang cenderung tegak menunjukkan sikap relistis atau orang tersebut lebih suka memakai pikiran daripada hati. Sedangkan kalau miring ke kanan menunjukkan kalau dia suka beradaptasi, bersosialisasi, ekpresif dan mudah tersentuh hatinya.

Dan yang terakhir kecepatan tulisan. Kecepatan tulisan menunjukkan seberapa cepat dia bereaksi atau tanggap terhadap sesuatu. Tulisan yang ditulis dengan cepat (terlihat dari huruf yang menyeret) menandakan orang tersebut mampu merespon sesuatu dengan cepat. Kelemahannya, dia cenderung buru-buru, atau kurang berfikir matang. Sedangkan kebalikannya, orang-orang yang menulis lambat, cenderung bersikap hati-hati dalam bertindak.

Aku memandang takjub pada beliau. Ternyata dia sangat menguasai tulisan tangan. Aku mulai bertanya-tanya apakah dia mengambil kursus atau kuliah tentangt tulisan tangan?

“Nggak. Aku nggak kursus. Aku pernah baca artikel di suatu majalah tentang tulisan tangan ini dan aku tertarik. Lalu aku coba mencari bukunya dan mempelajarinya. Jadi deh aku sedikit mengusainya. Namun nggak ahli banget. Masih kalah sama grafolog asli.” jawabnya sambil tersenyum bangga. Aku dengan cepat mengajukan diri untuk meminjam bukunya. Beliau terdiam sambil mengamatiku lamat-lamat.

“Boleh, tapi kamu nulis dulu kenapa aku harus meminjamimu?Ingat!!
dengan tulisan tangan. Satu lembar folio saja. Aku tunggu!”

Berjalan
1. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah. Golongan wanita yang jalannya berginjat, konon wanita ini adalah wanita yang tidak jujur, bila berbohong, mulutnya laser dan menyinggung perasaan orang lain. Wanita yang berjalan seperti ini juga terkenal dengan sikap egonya. Lebih parah, wanita ini biasanya pemboros atau suka membazir uang tanpa berpikir sebelum berbelanja. Padahal, uangnya itu masih banyak kegunaannya. Tapi jangan berkecil hati, karena wanita seperti ini biasanya menjadi pujaan lelaki.

2. Bila berjalan, sering menoleh ke kanan and kiri. Wanita seperti ini biasanya pandai menyimpan rahasia. Walaupun ramai yang menganggap wanita seperti ini tidak jujur, suka menipu teman sendiri, dan merugikan temannya, namun, banyak lelaki yang berusaha untuk menaklukan hatinya. Konon wanita seperti ini senang diatur.
3. Bila berjalan suka menunduk. Cara berjalan melambangkan wanita seperti ini memiliki sifat yang tertutup. Ia hanya akan berbicara dengan orang-orang yang dekat dengannya dan dpt dipercaya untuk menyimpan rahasianya. Wanita seperti ini biasanya sukar untuk ditakluk hatinya. Disamping sikapnya yang dingin, wanita seperti ini tidak peduli dengan kehidupan cinta. Namun, jika ada lelaki yang berhasil menawan hatinya, dijamin akan mendapat kebahagiaan. Sebab, wanita jenis ini sangat setia, dan dia tidak akan mengkhianati lelaki yang dicintainya.
4. Bila berjalan menatap lurus ke depan. Wanita seperti ini biasanya memiliki pendirian yang teguh. Jangan sekali-sekali menentang apa yang pernah dikatakannya, jika anda tidak mau mendengar dia bicara panjang lebar. Meski pendiriannya teguh, tapi selalu berselisih pendapat. Jangan heran jika wanita seperti ini hanya mau bicara dengan orang yang berpengetahuan luas.
5. Bila berjalan badan bergerak ke kanan dan kiri. Wanita yang berjalan dengan gaya yang sedemikian tidak perduli dengan masalah yang berlaku. Apa pun masalah yang ada dihadapannya, dianggap kecil. Padahal masalah itu sebenarnya memerlukan kebijaksanaan dalam menyelesaikannya. Kerana sifatnya yang suka ambil gampangnya ini, banyak persoalan yang akhirnya tidak dapat diselesaikan dan akibatnya merugikan diri sendiri.
6. Bila berjalan badan tampak tegak. Wanita ini tegas menentukan sikapnya sendiri. Dia tidak mau urusan pribadinya dicampuri orang lain. Gaya bicaranya serius, menunjukkan dia memiliki pendirian teguh. Yang menarik dari wanita ini, ia bertanggungjawab terhadap apa yang pernah dilakukannya. Dia menyenangi lelaki yang mandiri tanpa meninggalkan sifat-sifat romantisnya.
7. Bila berjalan seperti Jerapah. Maksudnya, ketika melangkahkan kaki, kelihatan bergerak ke depan dan ke belakang. Wanita jenis ini sangat lemah perasaannya. Dia seorang yang mudah terasa dan mudah tersinggung. Jadi, saat anda bicara dengannya cobalah menjaga perasaannya agar tidak tersinggung, wanita ini mudah mengeluarkan air mata.
8. Bila berjalan sambil cengar-cengir, senyam-senyum tanpa alasan jelas ini wanita gila, agak kurang waras jangan didekati.
9. Bila berjalan sambil nyanyi trus bawa kecrekan, berarti dia WARIA, bukan wanita asli..banyak pria yang takut padanya.
10. Bila berjalan sambil sesekali memamerkan barisan gigi-giginya yang putih HATI HATI dia belom di suntik rabies !
11. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah. Mungkin dia syetan…. lariiiiii…… hahahhaha……
12. Kalo ada wanita bisa jalan di air, wuah… itu pasti zhang zi yi atau mak lampir!
13. Kalo ada wanita berambut panjang menutup muka dan keluar merangkak dari TV anda, maka itu Sadako. Avoid at all cost!

Memahami Diri dan orang lain Dalam komunikasi Antar pribadi

Diri pribadi adalah suatu ukuran kualitas yang memungkinkan seseorang untuk dianggap dan dikenali sebagai individu yang berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang membuat seseorang memiliki kekhasan sendiri sebagai manusia ini, tumbuh dan berkembang melalui interaksi sosial, yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Individu tidak dilahirkan dengan membawa kepribadian.
Pengalaman dalam kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia, tetapi setiap orang juga harus menyadari apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi pada diri pribadinya. Kesadaran terhadap diri pribadi ini pada dasarnya adalah suatu proses persepsi yang ditujukan pada dirinya sendiri.

Persepsi Terhadap Diri Pribadi (self-perception)
Proses psikologis diasosiasikan dengan interpretasi dan pemberian makna terhadap orang atau objek tertentu, dikenal dengan persepsi. Menurut Fisher, persepsi didefenisikan sebagi interpretasi terhadap berbagai sensasi sebagai representasi dari objek-objek eksternal, jadi persepsi adalah pengetahuan yang dapat ditangkap oleh indera kita, karenanya persepsi mensyaratkan:
1. adanya objek eksternal yang dapat ditangkap oleh indera kita.
2. adanya informasi untuk diinterpretasikan.
3. menyangkut sifat representatif dari penginderaan.
Karenanya persepsi tidak lebih dari sekedar pengetahuan mengenai apa yang tampak sebagai realitas bagi diri kita. Realitas yang kita persepsikan seringkali adalah yang paling jelas, pribadi, penting dan terpercaya bagi kita. Sementara indera kita punya keterbatasan, karenanya bisa jadi pengetahuan yang kita simpulkan bukanlah suatu kenyataan yang sebenarnya.

Sifat-sifat persepsi
Persepsi terjadi di dalam benak individu yang mempersepsi, bukan didalam objek dan selalu merupakan pengetahuan tentang penampakan. Maka apa yang mudah menurut kita belum tentu mudah bagi orang lain, atau apa yang jelas menurut orang lain mungkin terasa membingungkan bagi kita. Dalam konteks inilah kita perlu memahami sifat-sifat persepsi:
1. persepsi adalah pengalaman.
Untuk memaknai seseorang, objek atau peristiwa kita menginterpretasikannya dengan pengalaman masa lalu yang menyerupainya. Pengalaman menjadi pembanding untuk mempersepsikan suatu makna.
2. persepsi adalah selektif.
Kita melakukan seleksi pada hal-hal yang kita inginkan saja, sehingga mengabaikan yang lain. Kita mempersepsikan hanya yang kita inginkan atas dasar sikap, nilai dan keyakinan yang ada dalam diri kita, dan mengabaikan karakteristik yang berlawanan dengan keyakinan atau nilai yang kita miliki.
3. persepsi adalah penyimpulan.
Mencakup penarikan kesimpulan melalui suatu proses induksi secara logis. Interpretasi yang dihasilkan melalui persepsi adalah penyimpulan atas informasi yang tidak lengkap. Artinya mempersepsikan makna adalah melompat pada suatu kesimpulan yang tidak sepenuhnya didasarkan atas data sesungguhnya, tapi hanya berdasar penangkapan indra yang terbatas.

4. persepsi tidak akurat.
Setiap persepsi yang kita lakukan akan mengandung kesalahan dalam kadar tertentu. Ini disebabkan oleh pengalaman masa lalu, selektivitas dan penyimpulan. Semakin jauh jarak antara orang yang mempersepsi dengan objeknya, maka semakin tidak akurat persepsinya.
5. persepsi adalah evaluatif.
Persepsi tidak pernah objektif, karena kita melakukan interpretasi berdasarkan pengalaman dan merefleksikan sikap, nilai dan keyakinan pribadi yang digunakan untuk memberi makna pada objek yang dipersepsi. Kita cenderung mengingat hal-hal yang memiliki nilai tertentu bagi diri kita (bisa sangat baik atau sangat buruk). Sementara yang biasa-biasa saja cenderung kita lupakan dan tidak bisa diingat dengan baik.

Beberapa Elemen Persepsi
1. sensasi/penginderaan dan interpretasi.
Ketika individu menangkap sesuatu melalui inderanya (melihat, mendengar, mencicipi, membau dan meraba) maka secara simultan ia akan menginterpretasikan makna dari hasil penginderaan.
2. Harapan.
Kita cenderung untuk mendengar apa yang kita harapkan untuk didengar dan melihat apa yang kita harapkan untuk dilihat.
3. bentuk dan latar belakang (figure & ground).
Persepsi mencakup pembedaan antara informasi yang menjadi figure (informasi yang dianggap penting/relevan) dan informasi yang menjadi background (informasi yang kurang penting/relevan).
4. perbandingan.
Orang biasanya ingin meyakini kebenaran persepsinya. Caranya adalah dengan melakukan perbandingan berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya.
5. konteks.
Seperangkat fenomena yang mendasari suatu objek untuk dimaknai.

Kesadaran Pribadi (self-awarness)
Identitas diri adalah cara-cara yang kita gunakan untuk membedakan individu satu dengan individu-individu lainnya. Dengan demikian diri adalah suatu pengertian yang mengacu pada identitas spesifik dari individu. Fisher menyebutkan ada beberapa elemen dari kesadaran diri, yaitu konsep diri, self-esteem, dan multiple selves.
1. konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Umumnya orang menggolongkan diri sendiri dalam tiga kategori;
a. karakteristik atau sifat pribadi adalah sifat yang dimiliki, seperti fisik (laki-laki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, gemuk, dsb). Atau kemampuan tertentu (pandai, pendiam, rajin, cermat dsb)
b. karakteristik atau sifat sosial, misalnya introvert atau ekstrovert, ramah atau ketus, periang atau pendiam.
c. peran sosial, contohnya ayah, ibu, guru, militer, polisi
2. self esteem, merupakan bagian yang inherent dari konsep diri. Self esteem kita adalah bagian dari interpretasi atau penyimpulan dari persepsi diri. Self-esteem berpengaruh pada perilaku komunikasi kita. Jika self-esteem kita tinggi, biasanya kita lebih percaya diri, mandiri dan merasa kompeten.
3. multiselves. Setiap kita kadang memiliki identitas yang berbeda dalam berbagai situasi atau kondisi. Misalnya di kelas sebagai guru, di rumah sebagai ayah.

Memahami orang lain dalam komunikasi
suatu interaksi komunikasi melibatkan dua orang, akan terdapat dua pribadi yang harus dikenali, yaitu diri kita sendiri dari diri orang yang menjadi lawan bicara kita. Walau pun bukan hal mudah, ada tiga jenis informasi yang dapat kita gunakan untuk tujuan itu :
1. menyusun mekanisme proteksi, yaitu kita ingin mengetahui apa yang diharapkannya melalui komunikasi dengan kita.
2. melakukan pemahaman terhadap tujuan orang, kita dapat mengevaluasi kesungguhan atau akurasi dari penampilannya.
Setiap individu melakukan itu dalam rangka mencapai dua tujuan, yaitu mengurangi ketidakpastian dan perbandingan sosial. Ketika pertama bertemu dengan seseorang maka sejumlah pertanyaan muncul dalam diri kita. Selanjutnya kita akan berkomunikasi untuk mendapatkan sejumlah jawaban terhadap sejumlah pertanyaan. Jadi dalam tahap awal komunikasi antarpribadi, kita akan berusaha mengurangi ketidakpastian yang kita rasakan. Upaya ini pada dasarnya merupakan proses pemaknaan, yaitu menghilangkan makna-makna yang tidak sesuai hingga tersisa makna-makna yang kita anggap sesuai.
Perbandingan sosial adalah proses membandingkan diri kita dengan orang lain. Festinger mengatakan biasanya orang melakukan evaluasi diri, yaitu suatu cara untuk mengetahui diri kita sendiri (konsep diri). Selain itu juga kita ingin mengetahui bagaimana menilai diri kita (self esteem). Ketika melakukan perbandingan sosial, kita cenderung untuk membandingkan dengan yang setara. Artinya kita cenderung tidak melakukan evaluasi diri secara objektif, meskipun demikian ini merupakan cara yang sehat untuk menjaga kestabilan konsep diri dan self esteem.
Persepsi Terhadap Orang lain
Proses mempersepsi orang lain mencakup persepsi terhadap karakteristik fisik dan perilaku komunikasi orang tersebut. Steve Duck mengemukakan 3 hal berkaitan dengan itu :
1. perilaku tersebut mungkin terasa menyenangkan bagi kita, karena biasanya kita suka dengan senyuman dan pujian.
2. perilaku tersebut memberi informasi yang kita gunakan untuk membentuk semacam kesan mengenai kondisi internal seseorang (kepribadian, nilai, sikap, keyakinan).
3. perilaku seseorang dapat memberikan perkiraan mengenai kelanjutan hubungan di kemudian hari.

Perilaku Terhadap orang lain
Untuk dapat berkomunikasi secara efektif, kita berharap untuk dapat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap diri kita. Kita menginginkan orang lain memiliki penilaian yang baik terhadap diri kita, paling tidak memiliki kesan bahwa kita konsisten dengan tujuan kita berkomunikasi dengannya.
Kita dapat berharap bahwa prang lain dapat menjadi teman, pimpinan, pasangan dan berbagai peran sosial lainnya. Meskipun kita tidak bisa mengendalikan persepsi orang seperti yang kita mau, namun kita dapat mengarahkan persepsi mereka sesuai yang kita harapkan. Beberapa konsep yang menjelaskan itu antara lain :
1. impression management. Erving Gooffman mengemukakan bagaimana setiap orang dalam kesehariannya memainkan macam-macam peran kepada orang lain. Tindakan itu sesuatu yang alamiah dan wajar dalam melakukan interaksi sosial. Konsep ini memandang KAP sebagai sebuah drama atau sandiwara. Sebagai partisipan dalam komunikasi kita bukan saja aktor tapi juga penulis skenario yang menulis naskah drama kehidupan nyata kita.
2. rhetorical sensitivity. Dikemukakan oleh Rod Hart dan Don Burks, yang mengacu pada kualitas persepsi yang didasarkan atas kemungkinan-kemungkinan. Menerapkan konsep ini berarti peka terhadap diri sendiri, peka terhadap situasi, dan terutama peka terhadap orang lain. Tindakan ini mencakup pemilihan perilaku komunikasi yang sesuai bagi kombinasi antara diri kita, orang lain, dan situasi tertentu selama kegiatan KAP. Dengan kata lain konsep ini melakukan adaptasi terhadap sejumlah kemungkinan. Terdapat 5 karakteristik dari konsep ini:
a. mampu menerima kompleksitas pribadi.
b. Menghindari sikap kaku/keras dalam berkomunikasi dengan orang lain.
c. Menyeimbangkan kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain.
d. Meyadari kapan harus berkomunikasi dalam berbagai situasi yang berbeda.
e. Menyadarai pesan dapat disampaikan dalam berbagai cara untuk menyamapikan suatu maksud.
3. atributional respons, merupakan cara lain penggunaan proses atribusi melalui perilaku kita sebagai reaksi atas tindakan orang lain. Setiap tindak komunikasi dalam percakapan dapat menyertakan ekspresi atau pernyataan atributif.
4. konfirmasi antar pribadi.

by : Drs. Ahmad Mulyana, M.Si.
Referensi:
1. Sasa Djuarsa S., Teori Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta.
2003
2. John Fiske, Introduction to Communication Studies, Sage Publications, 1996
3. Stephen W. Littlejohn, Theories of Human Communiation, Wadsworth Publication, New Jersey, 1996.
MEMAHAMI KARAKTER SESEORANG MELALUI TULISAN

1. Overview
Artikel ini dibuat sebagai dokumentasi dan historis pribadi sekaligus untuk melatih daya imajinasi penulis. Artikel ini terinspirasi dari chating via facebook antara user yang bernama samaran ‘Mr_ X’ dengan user yang bernama samaran ‘Mrs_Y’.
Bagian yang dianalisis dalam artikel ini adalah user, message, dan time. User adalah orang yang melakukan chating dengan nama tertentu. Message adalah isi pesan yang dikirim oleh user ke user lain. Time adalah waktu message dikirim oleh user ke user lain atau waktu user menerima message dari user lain.
Pembahasan pada artikel ini diawali dengan overview, analisis terhadap tiga bagian utama yaitu user, message, dan time, kemudian di bagian akhir dilengkapi dengan kesimpulan dan saran-saran. Di setiap akhir sub pembahasan, penulis juga memberikan latihan untuk mempertajam analisis pembaca dalam memprediksi karakter seseorang melalui tulisan terkait dengan pembahasan yang penulis uraikan. Termasuk menganalisis gaya bahasa yang digunakan oleh tiap-tiap user. Untuk menyempurnakan artikel ini, penulis juga melampirkan transkrip chating antara Mr_X dengan Mrs_Y. Namun, beberapa message telah mengalami perubahan format penulisan. Hal ini dikarenakan penulis tidak dapat mengingat seluruh format penulisan secara detail. Di samping itu, untuk alasan privasi, penulis mengganti nama user dan nama panggilan pada transkrip tersebut dengan nam user Mr_X dan Mrs_Y. Walaupun demikian, transkrip yang penulis lampirkan dalam dokumentasi ini secara content asli.
2. Analisis
Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya. Lain orang lain kepala, lain pula hatinya. Demikianlah pepatah bijak yang mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang memiliki pandangan dan pemikiran yang berbeda. Ini tentu saja karena hati setiap orang berbeda. Sedangkan hati itulah yang men-trigger sekaligus mengontrol pikiran seseorang. Karena hati setiap orang berbeda, sehingga dapat disimpulkan bahwa karakter atau keperibadian setiap orang tentu saja tidak sama. Namun, kita tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang tersembunyi di balik relung hati seseorang. Kita hanya dapat menangkap getaran gelombang sinyal yang dipantulkan sang hati dan ditransformasikan dalam bentuk gerak dan ekspresi orang tersebut. Dari sinyal yang berhasil kita tangkap inilah, kemudian kita berusaha untuk memecahkan kodefikasi agar dapat menemukan makna dari sinyal tersebut. Kemudian barulah kita membuat asumsi mengenai karakter hati sebagai sumber sinyal. Dan akhirnya kita dapat memprediksikan karakter seseorang. Sekali lagi hanya “memprediksikan” dan “bukan memastikan”. Tepat atau tidaknya prediksi seseorang bergantung pada kemampuan orang tersebut untuk mengolah dan menganalisis informasi yang diperolehnya. Message yang ditulis oleh user kepada user lainnya adalah bagian kecil dari sinyal yang digetarkan oleh hati.
“Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota badannya. Dan jika segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh anggota badannya. Ingatlah, bahwa segumpal daging itu adalah hati” .
Dalam konteks yang lebih jauh, artikel ini untuk meganalisis sekaligus memahami karakter atau keperibadian user dalam memilih dan menulis kata-kata saat chating. Tujuannya agar kita dapat mengimbangi orang yang kita ajak berkomunikasi. Dan terlebih lagi agar tidak melahirkan multitafsir bahkan kesalahpahaman yang dapat memicu intrik dan konflik yang sebenarnya tidak akan terjadi jika user menggunakan kata-kata yang diplomatis. Dengan memilih kata-kata yang tepat terlebih lagi sopan, berarti kita telah menempatkan orang yang kita ajak berkomunikasi pada posisi yang terhormat dan terpuji.
Tentu saja, artikel ini tidak dapat dijadikan sebagai acuan ilmiah untuk menyimpulkan pribadi seorang user secara totalitas. Namun setidaknya, artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan lain. Khusunya untuk konsumsi informasi bagi penulis pribadi. (Subhanallah, bahasanya tinggi sekali … J).
2.1. User
Nama user memberikan informasi, siapa user yang sedang melakukan chating. Nama user bisa nama lengkap (nama asli), nama panggilan, nama samaran di dunia maya (ineternet) atau nama lain yang berbeda dengan user lain dalam satu komunitas facebook tersebut.
Yang dibahas pada bagian ini adalah hanya nama samaran (nama asli tidak perlu diperbincangkan). Nama samaran adalah nama yang dibuat user untuk dikenalkan kepada user lain di dunia maya. Dari sini, sedikit bisa memberikan gambaran tentang karakter user tersebut. Walaupun nama samaran pada awalnya hanya sekedar nama untuk dikenal oleh user lain, tetapi bukan berarti seseorang membuatnya asal-asalan, mungkin saja sudah dipertimbangan dengan mantap atau mungkin saja menjadi bagian dari batiniyah orang yang bersangkutan. Misalnya nama user seseorang adalah ‘kutukupret’ atau ‘kampret’, kita bisa menyimpulkan user itu mungkin memiliki pribadi kurang disiplin, kurang tanggung jawab, kurang komitmen, masa bodoh, acuh tak acuh, kurang pendidikan, semerawut, tidak percaya diri, dan lain-lain. Bandingkan dengan user yang memiliki nama samaran ‘satriacirebon’, mungkin user tersebut memiliki karakter suka menonton film sejarah atau legenda, memiliki sifat-sifat kesatria, visioner, analisator, konseptor, tegar, berwibawa, bertanggung jawab, perhatian, jujur, arif, bijaksana, puitis, romantis, dan yang jelas user tersebut adalah seorang laki-laki dari Cirebon (Maaf, penulis tidak bermaksud nemuji diri, ini hanya sekedar fakta pribadi. Pembaca tidak perlu iri… Hehehe...).
Walaupun mungkin saja user tersebut tidak memiliki seluruh karakter seperti itu. Namun, setidaknya dia mengagumi sifat-sifat seorang kesatria dan mungkin mengharapkan dirinya memiliki sifat-sifat seperti itu. Tentu saja hanya user yang bersangkutan yang tahu persis tentang nama samaran yang dibuatnya untuk dikenalkan kepada user lain. Namun, perlu penulis tekankan lagi bahwa kita tidak berhak untuk men-justifikasi seseorang itu berkepribadian baik atau buruk. Karena kita belum tentu lebih baik dari orang yang kita anggap buruk itu. Ini hanya informasi untuk dikonsumsi pribadi saja .
“….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu…” .
Latihan:
Prediksikan karakter orang yang memiliki nama samaran user sebagai berikut:
wong_ganteng
kerenabiz
gadis_cute
akhwat_salehah
cewe_chantic17
prabu_sumedang
temanmu
cwe_single
rojulun_soleh
2.2. Message
Isi message lebih tepat untuk menganalisis karakter user. Isi message tidak terbatas pada saat chating di facebook saja, tapi juga bisa melalui SMS. Hanya saja, kita tidak bisa memprediksi karakter orang berdasarkan nama user yang mengirim SMS, karena nama user itu dibuat oleh kita dan disimpan di HP kita berdasakan nomor yang sesuai. Namun, isi SMS-nya bisa dianalisis untuk memprediksikan karakter orang yang mengirimnya.
Pada bagian ini, isi message dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penulisan dan penyingkatan kata dan pemilihan kata yang digunakan oleh user. Kedua hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
2.2.1. Penulisan dan Penyingkatan Kata
User memiliki kebiasaan tersendiri dalam menulis dan menyingkat kata yang akan dikirimkan kepada user lain. Dan tentu saja setiap kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang dapat menjadi bagian pribadi dari orang tersebut. Karena menuurt penulis, pribadi kita sesungguhnya terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang kita lakukan secara terus menerus. Termasuk kebiasaan dalam hal menulis dan menyingkat kata. Misalnya untuk kata ’setuju’ ada user yang menyingkat dan menulis kata tersebut menjadi ‘$Tju’, ‘STju’, ‘StJ’, ‘$tUJu’, ‘$tUju’, ‘$E7’, ‘stJU’, atau ‘$tUchUuu…’. Dapat diprediksikan bahwa user tersebut mungkin orang yang gaul, manja, usia kurang dari 20 tahun, sedang asyik dengan message sebelumya, sedang chating dengan teman sebaya, atau sering chating dengan orang tersebut. Bandingkan dengan user yang menulis kata ‘setuju’ menjadi ‘setju’ atau ‘stuju’. Mungkin user tersebut orang yang formal, usia lebih dari 20 tahun, terbiasa dengan bahasa resmi (terlihat dari singkatan kata yang ditulis), atau dari bawahan ke atasan (sebaliknya).
Di samping itu, cara penulisan dan penyingkatan kata pada saat chating dapat juga untuk memprediksikan apakah user tersebut menulisnya pada saat santai, sambil makan, sedang dalam kendaraan, sambil mengemudi kendaraan, sedang rapat, sambil ‘ngobrol’ dengan orang lain dan lain sebagainya. Bahkan dari segi penulisan dan penyingkatan kata pun dapat diprediksi karakter user lain yang menjadi lawan komunikasinya. Biasanya untuk beberapa hal, karakter user yang mengajak komunikasi dengan user yang diajak komunikasi tidak jauh berbeda. Karena umumnya user berkomunikasi dengan ‘kode kata’ yang sama-sama dipahami, biasa menggunakan ‘kode kata’ tersebut, serta dalam konteks dan topik yang sama. Sebab jika tidak demikian, komunikasi mereka tidak akan ‘nyambung’.
“Manusia itu mengikuti kebiasaan temannya, maka hendaklah seorang dari kami melihat dengan siapa dia berteman”
Latihan:
Prediksikan karakter-karakter orang yang menulis dan menyingkat kata-kata melalui SMS sebagai berikut, mungkin juga bisa diprediksi dari siapa ke siapa (bukan nama aslinya). Untuk alasan privasi, penulis mengganti nama user menjadi Mr_x, Ms_Y1, dan Ms_Y2.
USER
MESSAGE
MAKSUDNYA
Ms_Y1
Salam. Bp gi ngpain, psti gi main laptop n liat2 foto akyu ya…
Salam=Assalamu’alaikum. Bapak lagi ngapain, pasti lagi main laptop dan lihat-lihat foto aku ya...
Mr_X
Wa’alaikumsalam… Anda GR skali, sy lgi mmbwt soal2 utk ulangn kalian mnggu dpan….
Wa’alaikumsalam… Anda GR sekali, saya lagi membuat soal-soal untuk ulangan kalian minggu depan….
Ms_Y1
Haaa, ulngn gi??, please pa jg ssah2 ky kmren….
Haaa, ulangan lagi??, please Pak jangan susah-susah kaya kemarin….
Mr_X
Shrsnya Anda jgn tdk bljar kya kmarn, biar bsa jwb soal ulngan…
Seharusnya Anda jangan tidak belajar kaya kmarin, biar bisa jawab soal ulangan…
Ms_Y1
Bpa bsa ajja….. Mtrinya bab apa pa?
Bapak bisa saja….. Materinya bab apa Pak?
Mr_X
Bab yg kmarn sdh djlskn n dprktekn di lab kom. Lgi bljar tah?
Bab yang kemarin sudah dijelaskan dan dipraktekkan di laboraturium komputer. Lagi belajar tah?
Ms_Y1
Bru mo mulai bljar pa….
Baru mau mulai belajar Pak….
Mr_X
Ya sdh slmt bljar. Smoga Allah mmbri kmudahn pd Anda yg mau brusha. Amin
Ya sadah selamat belajar. Smoga Allah memberi kemudahan pada Anda yang mau berusha. Amin
Ms_Y1
Mks pa, ats doanya n mf dh ngegnggu
Makasih Pak, atas doanya dan maaf sudah mengganggu

USER
MESSAGE
MAKSUDNYA
Ms_Y2
Aslm… Tdi kt nak2, bapa ke SMA NEAR? Mo ngajr lg tah pa…
Assalamu’alaikum… Tadi kata anak-anak, Bapak ke SMA NEAR? Mau mengajar lagi tah Pak….
Mr_X
Wa’alaikumsalam… Tdk, sy hnya silaturrohmi…
Wa’alaikumsalam… Tidak, saya hanya silaturrohmi…
Ms_Y2
Skg bapa ngajr dmna….
Sekarang Bapak mengajar di mana….
Mr_X
Smntra ngajar matematika di SMP 1 NEAR, menggantikn guru2 sy yg sdg ibadah haji….
Sementra mengajar matematika di SMP 1 NEAR, menggantikan guru-guru saya yang sedang ibadah haji….
Ms_Y2
Dih bapa sihh!!! Bapa kapan ngajar di SMA NEAR nya???
Dih Bapak sihh!!! Bapak kapan mengajar di SMA NEAR nya???
Mr_X
Sy tdk thu, tdk bsa mmastikn ssuatu yg msh trlalu jauh…..
Saya tidak tahu, tidak bisa memastikan sesuatu yang masih terlalu jauh…..
Ms_Y2
Bapa jd kul lg di bndng tah?
Bapak jadi kuliah lagi di Bandung tah?
Mr_X
Insya Allah, minta do’anya sja, salm bwt tman2, bljar yg rajin ya.
Insya Allah, minta do’anya saja, salam buat teman-teman, belajar yang rajin ya.
Ms_Y2
Iya pa, aq kn doain, n aq sampein ke tmn2. Sukss bwt bapa ya. Wslm
Iya Pak, aku akan mendoakan, dan aku sampaikan ke teman-teman. Sukses buat Bapak ya. Wassalamu’alaikum
Mr_X
Thanx. Sukses jga bwt Anda n tman2. Wa’alaikumsalam
Thank you. Sukses juga buat Anda dan teman-teman. Wa’alaikumsalam.
2.2.2. Pemilihan Kata yang Digunakan User
Bagian penting untuk membaca karakter atau kepribadian user melalui message adalah gaya bahasa yang digunakan oleh user untuk mengirim pesan. Walaupun tulisannya disingkat, tapi mungkin saja struktur kalimatnya sejuk dibaca. Pada umumnya, user yang memiliki pengetahuan luas, berpendidikan, dan rajin membaca, akan memiliki pembendaharaan kata yang jauh lebih banyak daripada user yang berpengetahuan sebaliknya. Di samping itu, racikan kosa kata yang lahir dari pemikirian brilian, akan jauh lebih indah dibaca, meskipun mungkin saja isi dari kata-kata tersebut mengandung ejekan atau penghinaan. Tapi user tidak merasa diejek atau dihina. Bukan karena user tersebut tidak mengerti dengan kata-kata yang dibacanya, tapi karena kata-kata yang dibacanya itu adalah kata-kata yang mampu menetralisir amarah dan kekecewaan hatinya yang ditulis oleh orang yang memiliki pemikiran brilian tadi. Ini khusus jika kondisi seseorang dalam keadaan stabil.
Berbeda kasusnya, jika kondisi seseorang dalam keadaan labil, marah, atau emosi. Mungkin saja dia akan menulis kata-kata kasar yang sebenarnya tidak akan dia tulis dalam kondisi yang stabil.
Menurut pandangan penulis, suatu hal yang wajar seseorang mengeluarkan kata-kata yang ‘tidak pantas’ baik lisan maupun tulisan saat kemarahan menguasai dirinya. Walaupun harus diakui juga bahwa akhir dari kemarahan yang meledak-ledak itu sering kali menimbulkan rasa malu yang mendalam bagi orang yang bersangkutan, bahkan mungkin dapat melunturkan kemilau karir yang selama ini dibangun (Ingat kasus Luna Maya yang mencaci maki infotaintment dengan kata-kata yang sangat kasar yang dia tulis pada situs jejaring sosial, Tweeter) . Apalagi jika seorang pemimpin yang diagung-agungkan rakyatnya, marah-marah di depan umum dan diliput oleh berbagai media, ini pasti akan mengubur kewibawaan dirinya sebagai sang pemimpin sejati.
Oleh sebab itu, kontrol emosi sangat penting dalam berbagai situasi. Kontrol emosi ini sebagai salah satu unsur yang menunjukkan kecerdasan emosianal seseorang . Bahkan kontrol emosi ini dapat meningkatkan derajat manusia di sisa Allah sebagai hamba yang kuat karena mampu meredam hawa nafsunya dan sebagai hamba yang pemaaf dan sabar karena tidak mau membalas kehilafan orang lain terhadapnya sekalipun dia diperbolehkan untuk membalas dengan yang setimpal.
Orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan musuhnya, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya” (H.R. Muslim) .
“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu . Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar” .
Menurut saran penulis, sebaiknya jangan menulis apapun dalam keadaan jiwa sedang dikuasi oleh rasa marah, termasuk menulis surat, berkirim sms, email, dan sejenisnya. Karena unsur-unsur objektifitas akan di-marginal-kan sedangkan unsur-unsur subjektifitas yang berisi hal-hal buruk seseorang akan ditonjolkan. Tetapi mulailah menulis pada saat jiwa sudah tenang dan rasa marah sudah hilang. Jangan sampai kita menjadi seseorang, yang pada saat marah kepada teman kita, kita membuka semua aib teman kita tersebut. Dan menghancurkan bangunan keharmonisan yang pernah kita dirikan bersama. Kalau kita termasuk orang yang seperti itu, maka kita bukanlah orang yang tepat untuk menjadi teman bagi orang lain.
Abu Said Ats-Tsauri berkata : “Apabila engkau berteman dengan seseorang, maka buatlah dia marah. Kemudian suruhlah orang untuk menanyai tentang dirimu dan rahasia-rahasiamu. Jika dia berkata baik atau menyembunyikan rahasiamu, maka temanilah dia” .
Menghargai orang lain tidak harus dengan piagam penghargaan yang dicap dengan stempel istana. Tapi dapat juga dengan kata-kata yang tepat dan bijak. Dengan memilih kata-kata yang tepat terlebih lagi sopan, berarti kita telah memposisikan orang yang kita ajak berkomunikasi pada posisi yang mulia dan terpuji. Ini jauh lebih istimewa daripada penghargaan yang berstempel istana tadi. Karena penghargaan yang berstempel istana itu, hanya berbekas pada selembar kertas, kain, atau sejenisnya. Tapi penghargaan yang diproyeksikan dengan kata-kata bijak dan tulus jauh lebih berbekas pada jiwa orang yang dimaksud, sepanjang kata-kata bijak tersebut bukanlah kata-kata paradoks atau sekedar kamoflase belaka.
2.3. Time
Time hanya sekedar informasi kapan suatu message diterima oleh user. Namun, di sini ada juga yang bisa kita jadikan sebagai bahan kajian analisis. Misalnya, kecepatan user dalam menjawab message dari kita menunjukkan kalau user tersebut orang yang berfikir cepat, cerdas, mudah paham, atau mahir mengetik di keyboard komputer/pipet HP. Tetapi apabila ada user yang lambat menjawab message kita, bukan berarti user tersebut memiliki karakter sebaliknya dari user lain yang cepat merespons message kita. Melainkan, bisa saja karena kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita prediksikan sebagai berikut :
  • Dalam satu waktu user dapat chating dengan lebih dari satu user lainnya. Sehingga mungkin saja user tersebut lama membalas message kita.
  • User perlu berfikir untuk menjawab message kita, mungkin karena message kita dianggap mengandung makna ‘tersembunyi’ atau sesuatu yang perlu difikirkan lebih dahulu.
  • Di sela-sela chating, user mungkin melakukan aktifitas lain, misalnya membukakan pintu untuk tamu, ke kamar kecil, pending dulu untuk sholat dan makan, dan aktifitas lain.
  • Tombol keyboard komputer/pipet HP user terlalu keras ditekan sehingga lama mengetikkan message.
  • User belum lancar mengetik di keyboard komputer/pipet HP.
  • Fasilitas yang digunakan user terganggu oleh hal-hal teknis, misalnya bandwith jaringan internet lambat, spesifikasi komputer/HP user rendah, adanya gangguan listrik, dan hal teknis lain yang terkait.
  • Adanya kemungkinan lain yang belum terfikirkan oleh penulis saat membuat artikel ini.
Melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut di atas, sebaiknya kita menyadari dan berfikir bijak bahwa teman chating kita bukan berarti tidak menghargai kita apabila dia lambat merespons message dari kita. Tetapi karena ada suatu hal yang mungkin saja sebenarnya teman kita pun tidak mengharapkan hal itu terjadi. Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi di tempat teman chating kita. Coba bayangkan, seandainya teman chating kita sedang dimarahi oleh orang tuanya karena suatu hal, atau HP nya jatuh dan hampir rusak sehingga lama merespons message kita, kemudian kita malah bertanya dengan kesan yang sinis : “Lama banget, kamu dari mana saja sih ???”, “Lama banget, kamu nyuekin saya ya ???”, atau “Lama banget, cape tau nungguin balesan dari kamu !!!”. Ini akan membuat hati teman chating kita bertambah pilu. Tentu saja kita tidak akan menanyakan hal seperti itu seandainya kita mengetahui apa yang terjadi di tempat teman chating kita.
Oleh sebab itu, apabila teman kita lambat merespons message dari kita, sebaiknya kita menunggu dia memberikan informasi kepada kita. Setelah teman kita merespons message dari kita, bila dirasa perlu, barulah kita bertanya tentu saja dengan kata-kata yang baik seperti yang diuraikan sebelumnya. Misalnya kita bertanya : “Tadi Anda lama bales, ada apa ya?”. Andaikan kita tidak mau menunggu teman kita memberikan informasi terlebih dahulu dan kita terpaksa ingin bertanya, bertanyalah juga dengan kata-kata yang santun atau sindiran halus, misalnya, “Apakah Anda sedang sibuk, maaf jika saya mengganggu?”. Andaikan teman chating kita tetap tidak merespons, mungkin dia sudah tidur, meninggalkan chating karena ada aktifitas lain, atau mungkin ada kata-kata kita yang justru sempat menyinggung perasaan teman chating kita. Di lain waktu, kita bisa mengkonfirmasi dan mengklarifikasi hal tersebut.
3. Kesimpulan
Banyak cara untuk mengetahui karakter atau keperibadian seseorang, diantaraya melalui tulisan. Tentu saja, tidak dapat dijadikan sebagai acuan ilmiah untuk menyimpulkan karakter seseorang secara totalitas hanya dengan melihat tulisan saja. Untuk lebih memahmi karakter seseorang, kita harus bertemu dan berbicara dengan orang tersebut secara langsung. Sampai kita bisa menyimpulkan bahwa dia orang yang tepat atau tidak untuk kita jadikan sebagai teman, bahkan jika kita ingin menjadikan dia sebagai pendamping dan bagian dari hidup kita.
4. Saran-saran
Jika Anda ragu tentang karakter atau keperibadian seseorang yang Anda lihat dari tulisan, positif thinking-lah !!!. Itu lebih baik bagi Anda daripada berfikir yang bukan-bukan tentang orang lain.
Jika ada artikel atau sumber lain yang membahas hal sejenis seperti artikel ini, dan ditunjang oleh fakta-fakta ilmiah, maka itulah acuan penulis. Mengaculah ke sana !!!
Sabda nabi dalam Terjemah Syarah Hadits Arba’in. Imam Nawawi. 1996. Surabaya : Putra Al-Maarif. Halaman 47
Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqaarah, 2 : 216.
) Sabda nabi dalam Terjemah Maroqil ‘Ubudiyah Syarah Bidayah al Hidayah. Muhammad Nawawi al-Jawi. 2000. Surabaya: Mutiara Ilmu Surabaya. Halaman 292.
Tulisan Luna Maya adalah : "Infotemnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!may ur soul burn in hell," dimuat dalam situs http://bocahiseng.blogspot.com/2009/12/twitter-luna-maya-maki-infotainment.html / tgl download :15 Januari 2010
Ari Ginanjar dalam video training-nya Emotional Spiritual Quotien (ESQ)
Sabda nabi dalam 101 Hadits tentang Budi Luhur
Maksudnya pembalasan yang dijatuhkan atas mereka janganlah melebihi dari siksaan yang ditimpakan atas kita.
Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An Nahl, 16 : 126

Diri sendiri ..

Memahami Diri Sendiri
PDF
Cetak
Surel

Sabtu, 30 May 2009 01:02
ShareThis
Memahami orang lain tidaklah mudah, tetapi ternyata memahami diri sendiri ternyata jauh lebih sulit lagi. Secara fisik saja, umpama tidak ada cermin atau semisal itu, maka manusia gagal memahami wajah dirinya sendiri. Untung Tuhan menciptakan cermin, sehingga manusia dengan sarana kaca itu, secara fisik bisa melihat dirinya sendiri. Apakah wajah dirinya tampan, cantik atau sebaliknya bisa dilihat melalui alat itu.

Untuk mengetahui aspek non fisik, misalnya tingkat kecerdasan seseorang, maka para ahli telah berusaha membuat alat ukurnya. Sekalipun tidak persis, alat ukur itu telah digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan untuk mengukur keluasan pengetahuan seseorang, telah dikembangkan berbagai macam test, berupa soal-soal atau pertanyaan-pertanyaan yang kemudian harus dijawab oleh mereka yang sedang ditest. Atas dasar jawaban-jawaban itu, maka ditentukan tingkat keluasan pengetahuannya.

Selain itu juga telah dirumuskan alat untuk mengukur sikap, bakat, dan perilaku. Sekalipun tidak selalu didapat kesimpulan secara persis, namun hasilnya bisa digunakan untuk memahami, --------pada tingkat tertentu, diri atau pribadi seseorang. Bidang ini biasanya ditekuni oleh orang-orang psikologi. Berdasarkan pengetahuan yang dikuasai, mereka melakukan pekerjaan professional di bidang itu.

Apa yang dilakukan, baik oleh guru tatkala membuat soal ujian ataupun juga para ahli psikologi dalam membuat instrument-instrumen pengukuran, hanyalah digunakan untuk mengetahui kemampuan, jiwa atau perilaku orang lain. Istrumen yang dihasilkan itu bukan untuk mengetahui dirinya sendiri. Siapapun, tidak akan mampu memahami dirinya sendiri. Oleh karena itu jika ingin mengetahuinya, maka selalu memerlukan bantuan orang lain.

Manusia melalui kegiatan riset yang ditopang oleh alat-alat laboratorium yang modern telah berhasil mengungkap rahasia alam. Apa yang dahulu tidak pernah terbayangkan, ternyata dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka rahasia alam berhasil dapat diketahui oleh manusia. Namun demikian, ternyata pengetahuan tentang manusia, -----apalagi tentang dirinya sendiri, tidak secepat diperoleh sebagaimana ketika memahami alam.

Kegagalan manusia dalam memahami dirinya sendiri selalu menjadi sumber kegagalan dalam mengembangkan aspek kehidupan yang lebih luas. Seorang yang merasa hebat, cakap, dikenal luas, artinya tidak tahu akan posisi dirinya yang sebenarnya, akhirnya mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan. Orang mengatakan di atas langit masih ada langit. Bahkan dalam kitab suci al Qur’an dikatakan bahwa langit itu berlapis tujuh. Artinya, harus selalu menyadari bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat di atas dirinya.

Sebatas untuk mengetahui tentang diri sendiri, ternyata memang tidak mudah bagi siapapun. Untuk mengetahui diri seseorang selalu memerlukan bantuan orang lain. Namun orang lain pun tidak mudah memberitahukannya. Seringkali orang menjadi tersinggung, atau bahkan menjadi sakit hati, dan marah jika ditunjukkan atas kesalahan dan kekurangannya. Manusia pada umumnya, lebih suka ditunjukkan kebaikan dan kelebihan tentang dirinya, dan sebaliknya, tidak menyukai jika orang lain menyebut kekurangan dan kelemahannya.

Al Qur’an dan hadits nabi memberikan informasi banyak tentang siapa manusia ini. Jika kita membaca surat al Baqoroh misalnya, Allah swt., sejak di awal surat itu menjelaskan tentang watak, karakter dan perilaku manusia. Setidaknya ada tiga kategori manusia, keduanya berada pada posisi jelas, yaitu orang yang disebut sebagai orang-orang muttaqien dan orang-orang kafirien. Tetapi ternyata ada satu kelompok lagi lainnya yang tidak jelas, yaitu kaum munafiqien, yakni orang-orang yang selalu menampakkan diri pada posisi tidak jelas.

Setelah membaca surat al Baqoroh berulang-ulang, lalu merenung-renungkan kembali dan kemudian melihat berbagai kenyataan dalam kehidupan ini, ternyata memang tidak mudah manusia dipahami. Maka pantaslah jika di awal surat itu pula, dikisahkan bahwa Malaikat melakukan semacam protes, tatkala Allah swt., akan menciptakan makhluk yang diebut manusia ini.

Karena keterbatasannya itu, manusia selalu memiliki sifat salah dan lupa. Mereka mengejar-ngejar kemajuan, ternyata justru kemunduran yang didapat. Banyak orang mengejar kekayaan dan juga kekuasaan, namun harta dan kekayaannya yang didapat itu justru mencelakan dirinya. Seseorang dianggap teman, ternyata justru berperan sebagai musuh. Petugas memberantas korupsi, ternyata justru melakukan penyimpangan lebih besar lagi. Hal-hal semacam itu selalu terjadi dalam kehidupan, karena manusia seringkali tampak dalam wajah yang tidak sebenarnya.

Akibatnya banyak orang keliru, tatkala melihat kehidupan orang lain dan bahkan juga suatu bangsa. Kemajuan orang lain dan juga suatu bangsa hanya dilihat dan diukur melalui ukuran-ukuran yang sederhana, misalnya dari jumlah kekayaan yang didapat, kekuatan militer, dan teknologinya. Padahal belum tentu kekuatan itu memberikan manfataan, tidak terkecuali bagi dirinya sendiri.

Islam, agama yang dibawa oleh Muhammad saw., memiliki ukuran sendiri dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang dan bahkan juga keberhasilan suatu bangsa. Ukuran itu ialah berupa keimanan, amal sholeh, akhlak dan atau ketaqwaannya. Tolok ukur ini jauh lebih mulia, tidak sebatas perolehan yang hanya berupa benda fisik, melainkan sesuatu yang benar-benar menyelamatkan dan membahagiakan manusia dan bahkan semua makhluk dan jagad raya ini.

Atas dasar ukuran-ukuran keberhasilan hidup yang saya tangkap dari petunjuk kitab suci itu, maka seringkali saya merenung, bahwa jangan-jangan justru bangsa kita ini sesungguhnya telah meraih tingkat kemajuan yang sebenarnya. Hanya saja, kemajuan itu tidak kita kenali sepenuhnya, atau dalam bahasa Islam kurang kita syukuri, karena memang bersyukur dan mengenal diri sendiri itu sulitnya bukan main.
Wallahu a’lam.


Remaja

Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya

Masa yang paling indah adalah masa remaja.
Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.
Remaja
Remaja
Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.
Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
  1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  2. Ketidakstabilan emosi.
  3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
  6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  7. Senang bereksperimentasi.
  8. Senang bereksplorasi.
  9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.
Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.
Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
  • Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
  • Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
  • Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
  • Cinta dan Hubungan Heteroseksual
  • Permasalahan Seksual
  • Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
  • Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:
Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.
Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.
Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.
Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.
Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.
Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.
Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.
REFERENSI :
Choate, L.H. (2007). Counseling Adolescent Girls for Body Image Resilience: Strategi for School Counselors. Profesional School Counseling. Alexandria: Feb 2007. Vol. 10, Iss. 3; pg. 317, 10 pgs. Diakses melalui http://ezproxy.match.edu/menu pada 9 Mei 2008
Fagan, R. (2006). Counseling and Treating Adolescents with Alcohol and Other Substance Use Problems and their Family. The Family Journal: Counseling therapy For Couples and Families. Vol.14. No.4.326-333. Sage Publication diakses melalui http://tfj.sagepub.com/cgi/reprint/14/4/326 pada 18 April 2008
Gunarsa, S. D. (1989). PsikologiPperkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.
Hurlock, E.B. (1991). Psikolgi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Mongks, F. J. , Knoers, A. M. P. , & Haditono, S. R. (2000). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Muss, R. E. , Olds, S. W. , & Fealdman (2001). Human Developmen. Boston: McGraw-Hill Companies.
Rey, J. (2002). More than Just The Blues: Understanding Serious Teenage Problems. Sydney: Simon & Schuster.
Rini, J.F. (2004). Mencemaskan Penampilan. Diakses dari e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Santrok, J. W. (2003). Adolescence (Perkembangan Remaja). Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Setiono, L.H. (2002). Beberapa Permasalahan Remaja. Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Tambunan, R. (2001). Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Mitos-mitos Seputar “Gak Bakal Hamil”. Diakses dari www.e-psikologi.com pada tanggal 22 April 2006.
Anggapan Salah Tentang Cowok
Rabu, 11 Juli 2007
Nggak semua anggapan kita tentang cowok itu benar. Bahwa cowok itu egois, emosi tinggi, atau takut berkomitmen, bisa jadi itu hanya tuduhan tanpa bukti. Cowok memang punya sifat yang beda bila dibandingkan dengan para cewek. Sebab kata orang, cowok itu berasal dari Mars dan cewek dari Venus. Mari deh lurusin dulu pemahaman soal cowok! (oxy/bs)



Cowok Takut Berkomiten

Suka mbulet kalau diajak menjalin hubungan ke arah yang lebih serius.
Padahal, masa pacaran udah bertahun-tahun. Kedua keluarga juga udah saling kenal. Jika didesak, mereka malah nggak segan untuk pilih putus ketimbang melamar kita.

Sebenarnya...
Tanpa dipaksa pun, akan ada saatnya cowok butuh untuk diikat. Kalau emang udah niat serius sejak awal, dia nggak bakal ragu mengungkapkan keinginannya. Hanya, momen indah itu butuh waktu yang tepat. Dia nggak bakal sembarangan melamar, kalau segalanya dirasa belum siap. Termasuk persoalan keuangan untuk masa depan.


Cowok Suka Ngeres

Hobi berpikiran kotor alias semua hal yang berbau seks, tubuh perempuan, dan film porno.

Sebenarnya...
Cowok emang senang dikelilingi cewek seksi. Tapi, bukan berarti pikiran mereka selalu dipenuhi hal-hal berbau seks. Apalagi kalau sedang sibuk atau banyak masalah, mereka bakal malas mikirin seks. So, nggak perlu jealous sama poster-poster cewek di kamar doi. Mending dia masang poster seleb cewek, ketimbang foto mantannya!


Cowok Benci Romantisme

Diajak nonton film drama, dia ogah! Diajak candle light dinner, dia malas! Disuruh bilang I love you aja, kita mesti memohon bahkan memaksa. Mereka benar-benar mirip makhluk asing.

Sebenarnya...
Kaum adam juga butuh dan menyukai romantisme. Mungkin, bentuknya aja yang berbeda. Mereka nggak terlalu suka merayakan romantisme dengan hal yang ribet. Misalnya dengan dinner yang butuh bujet besar, pakaian baru, serta dandanan super. Kalau boleh milih, mereka lebih suka ngobrol berdua di teras rumah sambil memandang bintang. Romantisnya lebih natural dan hangat.


Cowok Alergi Anak Kecil

Si dia pasti langsung menolak, kalau adik atau keponakan kita ingin ikut serta dalam kencan kalian. Bukannya dianggap bisa menyemarakkan suasana, anak kecil malah dipandang sebagai monster.

Sebenarnya ….
Jangan langsung men-judge gitu dong! Jangankan cowok, cewek aja juga suka ribet kalau disuruh ngurus anak kecil. Takut nangislah, takut jatuhlah, takut ngompollah, dan lain lain. Semua orang butuh waktu untuk bisa dekat dengan orang lain. Kenalkan dulu dia dengan keponakan kita, baru mengajaknya jalan bareng. Pasti seru!


Cowok Asal Dalam Berpenampilan

Biarpun kemarin udah pakai kaus itu, hari ini mereka cuek aja pakai kaus yang sama. Saat kita udah dandan habis-habisan, mereka nyantai datang dengan wajah berminyak dan rambut lepek. Arrgghhh!

Sebenarnya ….
Sama kayak cewek, cowok juga pengin dipandang cakep dan keren. Cuma, cara dandan mereka hanya sewajarnya. Misalnya mandi tiga kali sehari dan pakai deodoran. Sebab, kalau dandan berlebihan, bisa-bisa mereka dianggap nggak gentle. Setuju?


Persahabatan Antarcowok Nggak Mendalam

Sepertinya mereka nggak pernah saling curhat dengan sahabatnya.
Hubungan pertemanan cowok hanya sebatas main bola dan makan bareng. Selebihnya, nothing!

Sebenarnya…
Cowok juga manusia kok! Mereka butuh curhat saat sedang ada masalah. Mungkin mereka nggak melakukannya saat sedang kumpul satu geng, tapi saat ketemu man to man. Acara mereka nggak kalah seru dari sesi curhat cewek lho.
Ya... meskipun nggak sesering para cewek!
posted by nanangz @ 23.52   2 comments




Thukah anda....?
Kamis, 05 Juli 2007
Tahukah Anda kalau orang yang
kelihatan begitu tegar hatinya
adalah orang yang sangat lemah
dan butuh pertolongan?

Tahukah Anda kalau orang yang
menghabiskan waktunya untuk
melindungi orang lain
justru adalah orang yang sangat butuh
seseorang untuk melindunginya?

Tahukah Anda kalau tiga hal
yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah,,,,
'Aku cinta kamu'
'Maaf'
dan 'Tolong aku' ??!

Tahukah Anda kalau orang yang
suka berpakaian warna merah
lebih yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah Anda kalau orang yang
suka berpakaian kuning adalah
orang yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah Anda kalau orang yang
suka berpakaian hitam adalah
orang yang tidak ingin diperhatikan
tetapi sangat butuh bantuan & pengertian
anda?

Tahukah Anda
apabila Anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut akan
dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah Anda bahwa lebih mudah
mengatakan perasaan Anda
dalam tulisan dibandingkan
mengatakan
posted by nanangz @ 03.08   3 comments




Cara Mengatasi BT Ato lagi Stress
Rabu, 04 Juli 2007
Banyaknya aktifitas yang kita kerjakan setiap hari bisa menjadikan kita stress, sebenarnya penyebab utama dari BT ato Stress kecil ini adalah ada beebrapa hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, contohnya akan pergi ke Mall dengan teman-teman tetapi tidak jadi karena hujan atau kendaraan yang akan kita pakai macet, halini bisa membuat kita BT ataou stress, selain itu juga karena pembatalan sebuah janji oleh seseorang yang kita cintai, yang mana pembatalan itu secara satu pihak, apa lagi pembatalan itu dikarenakan dia mendahulukan kepentingan orang lain, sedangkan kepentingan yang seharusnya diberikan kepada kita di nomorduakan, hal ini juga bisa membuat BT, hal ini gampang cara mengatasinya
  1. Sementara hilangkan semua urusan yang ada di pikiran yang sedang kacau dengan mengalihkan perhatian, hal ini dapat dilakukan dengan mengambil air wudlu.
  2. Apabial dengan wudlu tidak hilang bisa dilanjutkan dengan baca Qur'an plus artinya, walaupun hal ini dah sering kita baca tiap hari tapi apa salahnya kalo kita baca lagi pada saat qita lagi stress
  3. Kalo masih belum hilang, coba dech mandi dan siram semua tubuh biar kepala agak dingin dan seger.
  4. tips ke tiga belum bisa juga?, nah yang ini keluar aja cari makan-makanan yang kamu sukai, seperti bakso, soto, mie ayam, telo bakar, jadah bakar, getuk lindri atau makanan yang lain, hal ini dibenarkan oleh tim dokter, karena orang lagi stres atau BT memerlukan nutrisi makanan yang banyak, jadi apa salahnya kalo kita makan yang banyak juga untuk menyeimbangi pengeluaran yang ada.
  5. Tips keempat lum mampu meredam BT? nah yang ini agak berat, coba alihkan apa aja yang mbuat kita BT dengan nyuci baju ato setrika baju, kalo baju dah disetrika semua bisa juga ngepel lantai rumah n ngrapiin rumah, nah setelah kelihatan rapi cukup membuat kita jadi fress, yang kelima ini lumayan ampuh, daripada diem seribu bahasa atau bungkam diri di kamar tidak ada gunanya lagi pula tenaga kita tidak terbuang dengan sia-sia hanya untuk memikirkan yang membuat kita BT. tul ndak
Coba dech, ntar pas lagi BT bisa dipraktekkan
posted by nanangz @ 16.16   0 comments




Pilih Hadiah buat Pacar
Senin, 02 Juli 2007
Sebentar lagi, pacar bakal ultah. Udah nyiapin kado buat pacar? Bingung? Takut nggak sesuai sama keinginannya? Hmm.. coba jawab beberapa pertanyaan simpel di bawah ini, sesuai kebiasaan pacar kamu. Terus, hitung nilainya dan kamu bakal ngerti tipe hadiah kesukaannnya. Oke, selamat mengisi. (nor)


1. Kalian ngerasa boring dengan acara malam mingguan selama ini. Dia ngusulin...
a. Hiking yuuk..kan seru tuh, menikmati pemandangan dari puncak gunung.
b. Ada konser musik klasik di gedung pertunjukan, datang ke situ aja..
c. Nonton plus makan bareng. Lagi-lagi itu yang diajukan.
d. Gimana kalau kita ke gym. Badan udah mulai pegel, nih.

2. Di antara beberapa topik di bawah ini, mana yang paling menarik perhatiannya...
a. Tayangan olahraga (sepak bola, basket, balap mobil).
b. Sinetron, film romantis.
c. Discovery channel, acara-acara petualangan.
d. Gosip, tema fashion terbaru.

3. Benda ini, hampir selalu ada dalam tasnya...
a. Air mineral, permen karet.
b. Pembersih muka.
c. Foto keluarga.
d. Benda-benda ajaib, kadang tali, peta, malah kadang anak kodok pun dibawa.

4. Tokoh berikut ini, siapa yang paling diidolakan...
a. Lady Diana, princess anggun dan dicintai rakyatnya.
b. Paris Hilton..wow..nih orang cantik banget.
c. Steve Irwin, sayang banget dia harus mati karena hewan kesayangannya.
d. David Beckham, aksinya selalu menawan.

5. Apa sih hobi pacar kamu?
a. Jogging, main basket, renang, hampir semua olahraga deh.
b. Baca, nulis, kadang nyanyi juga.
c. Dia lumayan gila belanja, segala hal yang up-to-date.
d. Mengamati sesuatu yang baru, naik gunung, wall climbing paling dia suka.

6. Secara mendadak, kamu membatalkan janji, apa yang dia katakan?
a. Ya.. kok nggak jadi, sih. Padahal, aku udah bikin persiapan, lho
b. Ehm..oke deh kalau begitu, ntar aku pergi aja ama temen lain.
c. Oh..nggak apa-apa, kok. Mungkin minggu depan bisa di-arrange lagi.
d. Aku baru mau bilang ke kamu kalau nggak bisa juga. Ada acara sama temen-temen lama, nih. Ya udah, take care, ya.
7. Pacar kamu lagi sakit dan harus istirahat di rumah, apa sih yang dia lakuin buat mengisi waktu?
a. Berbaring aja di tempat tidur, males ngapa-ngapain.
b. Nyoba olahraga ringan, biar badan nggak pegel.
c. Dia orangnya nggak bisa diem. Dikurung di rumah, dia malah asyik mengubah susunan kamarnya.
d. Nyiapin sendiri obat dan keperluannya. Nggak mau bikin orang lain repot.

8. Suatu saat, dia pengin banget liburan ke tempat ini...
a. Disneyland. Ehm..asyik banget kalau bisa liburan ke sana.
b. Waduh.. aku belum pernah ke Himalaya, nih. Belum jadi petualang sejati kalau belum ke sana.
c. Nggak pengin yang muluk-muluk kok, Kebun Raya atau Ancol aja udah cukup.
d. Suatu saat nanti, aku harus nonton pertandingan MU langsung di Old Trafford.


Result :

1. a =4 , b = 2 , c = 1 , d = 3
2. a =3 , b = 2 , c = 4 , d = 1
3. a =3 , b = 1 , c = 2 , d = 4
4. a =2 , b = 1 , c = 4 , d = 3
5. a =3 , b = 2 , c = 1 , d = 4
6. a =1 , b = 3 , c = 2 , d = 4
7. a =1 , b = 4 , c = 2 , d = 3
8. a =1 , b = 3 , c = 4 , d = 2


Penjelasan :
1. Nilai 8 - 13
Si Populer.
Si popular, biasanya udah memiliki segalanya. Duh..susah dong milihin kado buat mereka. Memang sih, hadiah yang bakal mendapat perhatian adalah sesuatu yang spesial dan mereka belum punya. Tapi, nggak mesti identik dengan barang mewah, lho. Coba aja bikin kumpulan artikel tentang dia, dari sifat sampai kebiasaannya, mulai A hingga Z rahasia yang kamu ketahui tentangnya. Pasti dia bakal tersanjung banget dikasih kado semacam itu.

2. Nilai 14 - 19
Tipe anak rumahan.
Untuk orang-orang yang bertipe anak rumahan, dikasih buku bacaan seperti novel favoritnya atau CD album kesayangan sudah cukup menyenangkan hatinya. Buku dan CD tersebut bisa menemaninya saat dia bersantai di rumah. Orang-orang tipe ini kan biasanya nggak suka dengan keramaian dan lebih suka beraktivitas di rumah. Dengan hadiah tersebut, dia udah bisa ngerasain besarnya perhatian kita buatnya.

3. Nilai 20 - 25
Totally Sporty.
Sebenarnya, ngasih kado buat orang-orang yang bertipe sporty lumayan gampang. Nggak jauh-jauh dari peralatan olahraga atau aksesori yang bisa dipakai saat berolahraga. Misalnya, sneakers, baseball cap, atau kostum tim olahraga yang paling digilai. Apalagi kalau kamu berhasil mendapatkan merchandise plus tanda tangan tokoh olahraga favoritnya, dijamin dia bakal makin sayang sama kamu.

4. Nilai 26 - 32
Sang Petualang.
Mereka nggak terlalu menuntut hadiah barang. Orang yang berjiwa petualang cenderung mandiri dan nggak memusingkan hal-hal simple semacam kado. Tapi, kalau kamu pengin ngasih kejutan spesial buat dia, ajakin rafting atau hiking bareng aja. Pasti dia langsung loncat kegirangan dan memelukmu sebagai tanda terima kasih.
posted by nanangz @ 23.50   7 comments




my blog
Minggu, 01 Juli 2007
my blog is very good...
posted by nanangz @ 08.49   0 comments




Mengetahui sifat seseorang lewat warna
Minggu, 24 Juni 2007
Warna faforit yang disukai seseorang bisa berdampak pada sifat dan kelakuan yang cenderung ia lakukan, dengan warna ini bisa diketahui sifat dan perilaku seseorang, kalo anda punya temen dan pingin tahu sifatnya bisa ditebak lewat warna kesukaannya, nah bagi yang lagi naksir cowok bisa dilihat tips berikut ini.

Biru
Cowok penyuka warna biru adalah tipikal cowok yang suka menyembunyikan perasaan. Memang sih dia menyenangkan, selalu "siaga" alias siap antar jaga, ke mana pun kamu mau pergi. Tapi kalau pasif banget gitu, ntar lama-lama pasti kamu bosen. Sifatnya yang lebih suka memberi, membuat hubungan kalian bakal terasa didominasi olehmu. Kalau beneran naksir dia, siap-siaplah buat selalu agresif dan "mulai duluan."

Hijau
Cowok ini demen banget sama hal-hal alami. Urusan cewek, dia pasti juga bakal milik cewek yang apa adanya. Dandan nggak menor, pakaiannya nggak neko-neko, nggak hedon, dan glamour. Jangan heran kalau sewaktu-waktu dia ngajak kamu naik turun gunung, hanya demi menikmati matahari terbit. Ini pertanda, dia sedang ada hati sama kamu. Buat cewek-cewek yang nggak suka kerja keras, piker-pikir dulu ya kalau mau naksir mereka.

Kuning
Kalau naksir cowok pencinta kuning, kamu mesti semangat! Kenapa? Soalnya dia ini tipe periang, senang bergaul, dan antiloyo. Jangan sampai dia jadi bete karena sikapmu yang ogah-ogahan. Sesekali, kalau lagi banyak masalah, dia bisa jadi cowok paling sensi sedunia. Tapi setelah marah sebentar, perangainya bakal normal kembali kok.

Ungu
Cowok ungu adalah cowok optimis dan peduli masa depan. Baginya, pendidikan itu nomor satu. Kalau beneran "jadi" sama dia, siap-siap aja dikalahkan sama buku. Soalnya, dia lebih suka menghabiskan waktu lama-lama sama buku ketimbang pacaran. Si pekerja keras ini juga nggak pernah tanggung saat mengerjakan sesuatu. Semua kudu perfect! Selalu up-to-date dan biasanya digilai banyak cewek. Rasanya, cuma gadis yang kuat mental yang bisa jadi kekasihnya.

Putih
Sifatnya sabar, penyayang, tulus, ikhlas, senang menolong, dan peduli dengan orang lain bikin pencinta putih punya banyak teman. Pacaran sama tipe begini pasti menyenangkan di awal. Tapi, hati-hati, gara-gara kelewat baik, dia sering bikin orang lain salah pengertian. Nah, siap-siap aja buat cemburu. Buat menaklukkan mereka, kamu cuma perlu bikin mereka terus merasa penasaran.

Hitam
Nah, ini dia kebalikan dari si putih. Hitam punya sifat-sifat misterius. Kadang bisa baik setengah mati, setia, sayang, perhatian. Tapi sedetik saja, bisa berubah kejam. Selingkuh seenak udelnya, mutusin cewek sana-sini, tanpa rasa bersalah sedikit pun. Dia selalu tampil menarik dan rapi, tapi hati-hati, jangan sampai terjerumus rayuannya! Kamu pasti bakal menyesal. Kadang, tipe begini cocok buat cewek-cewek yang hobi "berpetualang."

Merah
Cowok merah konon punya sifat api. Panas. Saking panasnya, dia kadang sampai kebakaran sendiri. Emosi yang nggak terkontrol, bikin sebagian hidupnya terasa sangat melankonis. Tapi gini-gini, dia setia lho! Kejar terus dia, dapatkan dia, tancap gas dengan kekuatan penuh. Tunjukin kamu cinta mati. Kalau udah dalam genggaman, dia bakal berikan cinta sepenuh hati pada dirimu. Nah, setelah dia cinta mati, baru deh kamu bisa nyari selingkuhan diem-diem. He he he.
(Jawa Pos)
posted by nanangz @ 10.43   2 comments



Tidak ada komentar:

Posting Komentar